Kamis, 09 Januari 2014

V-Class 2: Post Test Kendali dan Audit SI

Soal:
Pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus.  Terdapat 15 area pengendalian, sebut dan jelaskan.

Jawab:
Area Pengendalian ada 15 yaitu :
1.        Integritas Sistem
a.     Ketersediaan dan kesinambungan sistem komputer untuk user
b.    Kelengkapan, Keakuratan, Otorisasi, serta proses yg auditable
c.     Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang di inginkan
d.    Preventive maintenance agreements untuk seluruh perlengkapan
e.     Kesesuaian kinerja antara S/W dan jaringan dengan yang diharapkan
f.     Serta adanya program yang disusun untuk operasi secara menyeluruh

2.        Manajemen Sumber Daya
Faktor-faktor yang melengkapi integritas sistem yaitu meyakini kelangsungan (ongoing) H/W, S/W, SO, S/W aplikasi, dan komunikasi jaringan komputer, telah di pantau dan dikelola pada kinerja yang maksimal namun tetap dengan biaya yang wajar. Hal-hal tersebut di dokumentasikan secara formal, demi proses yang berkesinambungan.

3.        Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem
a.       Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem.
b.      Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di dokumentasikan serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui.

4.        Backup dan Recovery
Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran), baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).

5.        Contigency Planning
Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman terhadap fasilitas pemrosesan SI dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W dan sebagainya.

6.        System S/W Support
a.       Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan dengan S/W aplikasiDengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik untuk integritas fungsionalnya.
b.      Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika sistem secara menyeluruh (systemwide logical security).

7.        Dokumentasi
Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan S/W sistem, diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule operasi. Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user.

8.        Pelatihan atau Training
Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya, serta rencana pelatihan yang berkesinambungan.

9.        Administrasi
Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggung jawab fungsional, job description, sejalan dengan metoda job accounting dan/atau charge out yang digunakan. Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk semua sumber daya SI.

10.    Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali akses ke sumber daya informasi, pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan, juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi.

11.    Operasi
a.       Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO
b.      Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi
c.       Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.

12.    Telekomunikasi
a.       Review terhadap logical and physical access controls
b.      Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange (EDI)
c.       Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran telekomunikasi.

13.    Program Libraries
a.       Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application test libraries development.
b.      Terdapat review atas prosedur quality assurance.

14.    Application Support
a.       Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI
b.      Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC yang digunakan.

15.    Microcomputer Controls

Pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik terhadap microcomputer yang dimiliki, serta pembuatan daftar inventaris atas H/W, S/W, serta legalitas dari S/W untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.

Sumber: Materi V-class KENDALI DAN AUDIT SISTEM INFORMASI (KASI)
>>read more

V-Class 2: Pretest Kendali dan Audit SI

Soal:
Pengendalian internal telah mengalami perubahan dari konsep 'ketersediaan pengendalian' ke konsep 'proses pencapaian tujuan'. Apakah maksud dari konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut? 

Jawab:
Pengendalian intern telah mengalami perubahan dari konsep ketersediaan pengendalian intern beralih ke konsep proses pencapaian tujuan. Dengan konsep baru tersebut disadari bahwa intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan, tetapi terletak dilapisan bawah. Mereka yang dekat dengan konsumen-lah yang paling mengerti dengan kebutuhan pasar. Pengorganisasian yang paling tepat untuk kondisi seperti ini adalah seperti pengorganisasian orkes simponi.
Organisasi ini sepenuhnya akan digerakan oleh dinamika para pekerja (ujung tombak) sesuai spesialisai masing-masing. Untuk menjaga kekompakan agar terjadi irama yang serasi dibutuhkan seorang manajer yang berfungsi sebagai konduktor. Manajer tersebut tidak lagi harus memiliki pengetahuan teknis seperti yang dimiliki pemain orkesnya, tetapi yang diperlukan hanya seorang yang mampu mengatur tempo dan menguasai tingkatan nada.


Sumber: Materi V-class KENDALI DAN AUDIT SISTEM INFORMASI (KASI)
>>read more

Kamis, 07 November 2013

V-Class: Post Test Analisis Kinerja Sistem

Pertanyaan:
Aset Sistem Informasi harus dilindungi melalui sistem keamanan yang baik. Sebut dan jelaskan langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan tsb.

Jawaban:
Langkah-langkah utama pelaksanaan Program keamanan (Conducting a Security Program) yaitu:
1.      Preparation of a Project Plan (Persiapan Rencana Pekerjaan)
Perencanaan proyek untuk tinjauan keamanan mengikuti item, sebagai berikut:
1.      Tujuan Review
2.      Ruang Lingkup (Scope) Review
3.      Tugas yang harus dipenuhi
4.      Organisasi dari Tim Proyek
5.      Sumber Anggaran (Pendanaan) dan
6.      Jadwal untuk Menyelesaikan Tugas

2.      Identification of asset (Identifikasi Kekayaan)
Katagori asset:
1.      Personnel (end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards)
2.      Hardware (Mainframe, minicomputer, microcomputer, disk, printer, communication lines, concentrator, terminal)
3.      Fasilitas (Furniture, office space, computer rom, tape storage rack)
4.      Dokumentasi (System and program doc.,database doc.,standards plans, insurance policies, contracts)
5.      Persediaan (Negotiable instrument, preprinted forms, paper, tapes, cassettes)
6.      Data/Informasi (Master files, transaction files, archival files)
7.      Software Aplikasi (Debtors, creditors, payroll, bill-of-materials, sales, inventory)
8.      Sistem Software (Compilers, utilities, DBMS, OS, Communication Software, Spreadsheets)

3.      Valuation of asset (Penilaian Kekayaan)
Langkah ke tiga adalah penilaian kekayaan, yang merupakan langkah paling sulit. Parker (1981) menggambarkan ketergantungan penilaian pada siapa yang ditanya untuk memberikan penilaian, cara penilaian atas kekayaan yang hilang (lost), waktu periode untuk perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset.

4.      Threats Identification (Identifikasi Ancaman-ancaman)
Sumber ancaman External:
1.      Nature / Acts of God
2.      H/W Suppliers
3.      S/W Suppliers
4.      Contractors
5.      Other Resource Suppliers
6.      Competitors (sabotage, espionage, lawsuits, financial distress through fair or unfair competition)
7.      Debt and Equity Holders
8.      Unions (strikes, sabotage,harassment)
9.      Governmnets
10.  Environmentalist (Harassment (gangguan), unfavorable publicity)
11.  Criminals/hackers (theft, sabotage, espionage, extortion)

Sumber ancaman Internal:
1.      Management, contoh kesalahan dalam penyediaan sumber daya, perencanaan dan control yang tidak cukup.
2.      Employee, contoh Errors, Theft (pencurian), Fraud (penipuan), sabotase, extortion (pemerasan), improper use of service (penggunaan layanan yg tidak sah)
3.      Unreliable system, contoh Kesalahan H/W, kesalahan S/W, kesalahan fasilitas.

5.      Threats LikeIihood Assessment (Penilaian Kemungkinan Ancaman)
Contoh, perusahaan asuransi dapat menyediakan informasi tentang kemungkinan
terjadinya kebakaran api dalam satu waktu periode tertentu.

6.      Exposures analysis (Analisis Ekspose)
Tahap analisis ekspose terdiri dari 4 tugas yaitu :
1.      Identification of the controls in place
2.      Assessment of the reliability of the controls in place
3.      Evaluation of the likelihood that a threat incident will be successful
4.      Assess the resulting loss if the threat is successful

7.      Adjust controls (Pengaturan Kontrol)


8.      Prepare Security report (Persiapan Laporan Keamanan)
>>read more

V-Class: Pretest Analisis Kinerja Sistem

Pertanyaan:
Untuk mengamankan suatu Sistem Informasi menurut anda apa saja yang perlu dilindungi?

Jawab:
Keamanan merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian sistem informasi, yang dimaksudkan untuk mencegah ancaman terhadap sistem serta untuk mendeteksi dan membetulkan akibat segala kerusakan sistem. Ancaman terhadap sistem informasi dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu ancaman aktif dan ancaman pasif.
·           Ancaman aktif, mencakup:
-          Kecurangan
-          Kejahatan terhadap komputer
·           Ancaman pasif, mencakup:
-          Kegagalan sistem
-          Kesalahan manusia
-          Bencana alam

Keamanan sistem informasi yang harus dilindungi terbagi menjadi 5 tingkatan. Diantaranya adalah sebagai berikut:
·           Keamanan level 0: keamanan fisik, merupakan keamanan tahap awal dari komputer security. Jika keamanan fisik tidak terjaga dengan baik, maka data-data bahkan hardware komputer sendiri tidak dapat diamankan.
·           Keamanan level 1: terdiri dari database, data security, keamanan dari PC itu sendiri, device, dan application. Contohnya : jika kita ingin database aman, maka kita harus memperhatikan dahulu apakah application yang dipakai untuk membuat desain database tersebut merupakan application yang sudah diakui keamanannya seperti oracle. Selain itu kita harus memperhatikan sisi lain yaitu data security. Data security adalah cara mendesain database tersebut. Device security adalah alat-alat apa yang dipakai supaya keamanan dari komputer terjaga. Computer security adalah keamanan fisik dari orang-orang yang tidak berhak mengakses komputer tempat datadase tersebut disimpan.
·           Keamanan level 2: adalah network security. Komputer yang terhubung dengan jaringan sangat rawan dalam masalah keamanan, oleh karena itu keamanan level 2 harus dirancang supaya tidak terjadi kebocoran jaringan, akses ilegal yang dapat merusak keamanan data tersebut.
·           Keamanan level 3: adalah information security. Keamanan informasi yang kadang kala tidak begitu dipedulikan oleh administrator seperti memberikan password ke teman, atau menuliskannya dikertas, maka bisa menjadi sesuatu yang fatal jika informasi tersebut diketahui oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 
·           Keamanan level 4: merupakan keamanan secara keseluruhan dari komputer. Jika level 1-3 sudah dapat dikerjakan dengan baik maka otomatis keamanan untuk level 4 sudah bisa dikatakan aman.

Selanjutnya yang harus ditekankan adalah strategi dan taktik keamanan sistem informasi, seperti : 
·         Keamanan fisik: lapisan yang sangat mendasar pada keamanan sistem informasi adalah keamanan fisik pada komputer. Siapa saja memiliki hak akses ke sistem. Jika hal itu tidak diperhatikan, akan terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki. 
·        Kunci Komputer: banyak case PC modern menyertakan atribut penguncian. Biasanya berupa soket pada bagian depan case yang memungkinkan kita memutar kunci yang disertakan ke posisi terkunsi atau tidak. 
·        Keamanan BIOS: BIOS adalah software tingkat terendah yang mengonfigurasi atau memanipulasi hardware. Kita bisa menggunakan BIOS untuk mencegah orang lain me-reboot ulang komputer kita dan memanipulasi sisten komputer kita.
·        Mendeteksi Gangguan Keamanan Fisik: hal pertama yang harus diperhatikan adalah pada saat komputer akan di-reboot. Oleh karena Sistem Operasi yang kuat dan stabil, saat yang tepat bagi komputer untuk reboot adalah ketika kita meng-upgrade SO, menukar hardware dan sejenisnya.

>>read more

Senin, 04 November 2013

Pengantar Telematika



PENGANTAR TELEMATIKA



Anggota Kelompok: 
Bela Pratama M (11110369)
Enny Nur Rosniati (12110375)  
Leily Trianasari (13110990)
Nazela Subhita  (14110931)



 Kelas:

KA08


Di minggu pertama mata kuliah softskill kami diberikan tugas untuk mencari informasi mengenai telematika, baik itu sejarahnya, pengertiannya, manfaatnya, serta contoh penerapannya. Untuk itu, agar memudahkan kami dalam pengerjaan tugas ini, maka kami mencari informasi tersebut dengan cara googling di internet.

           

Sejarah dan Pengertian Telematika

            Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika. Para praktisi menyatakan bahwa Telematics adalah singkatan dari "Telecommunication and Informatics" sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai "the new hybrid technology" yang lahir karena perkembangan teknologi digital.

Telekomunikasi mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah serta mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh.

Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

Jadi telematika itu sendiri dapat diartikan sebagai sistem jaringan komunikasi jarak jauh dengan teknologi informasi yang lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi.

Menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia, disebutkan bahwa telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan informatika. Sesuai dengan pendapat pemerintah, bahwa telematika diartikan sebagai singkatan dari : 

·         tele = telekomunikasi, 

·         ma = multimedia, dan 

·         tika = informatika. 

Mengacu kepada penggunaan dikalangan masyarakat telematika Indonesia (MASTEL), istilah telematika berarti perpaduan atau pembauran (konvergensi) antara teknologi informasi (teknologi komputer), teknologi telekomunikasi, dan multimedia. Dalam perkembangannya, telematika ini telah menggunakan kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah besar informasi dapat ditransmisikan sesuai jangkauan tertentu menurut keperluan sampai seluruh dunia. 



Manfaat Telematika

                  Keuntungan / manfaat telematika bagi masyarakat antara lain adalah:

1. Dalam e-Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi dalam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.

2.   Dalam e-Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.

3.  Dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas.

4. Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional. Ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronis / electronic commerce (e-commerce).

5.  Sebagai core bisnis industry perdagangan, efisensi dan peningkatan daya saing perusahaan.

Berbagai macam bentuk yang menjadi dampak negatif dari penggunaan telematika juga merebak luas pada masyarakat. Dampak ini akan memunculkan dan merubah pola kehidupan, bekerja, berusaha bahkan merubah falsafah pada bidang-bidang tertentu. Dampak yang pasti adalah akan terjadinya perubahan minat bekerja yang lebih efisien dalam arti benefit to cost ratio, efektif dalam arti kualitas produk, jasa, dan pemerataan distribusi produk jasa kepada masyarakat. Dampak yang akan muncul penggunaan telematika baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu:

1.      Penghematan transportasi dan bahan bakar.

2.      Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif.

3.      Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.

4.      Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.



Penerapan Telematika dalam Bidang Kesehatan

           Salah satu penerapan telematika dalam bidang kesehatan adalah e-Health dan Telemedicine. Apa yang dimaksud dengan e-Health dan Telemedicine?

e-Health merupakan aplikasi teknologi komunikasi dan informasi yang mencangkup keseluruhan cakupan fungsi yang mempengaruhi sektor kesehatan. E-Health merupakan solusi Enterprise di bidang kesehatan karena melibatkan banyak pihak mulai dari masyarakat sampai dengan Produsen Obat/Farmasi. Electronic Medical Records (EMR) merupakan bagian fundamental dari e-Health. EMR memberikan fasilitas sharing data medical record antar institusi kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, dan lain-lain).

Manfaat eHealth yaitu :

1. Dengan eHealth, masyarakat mendapatkan manfaat dari pendidikan kesehatan untuk mencegah penyakit.

2. E-Health memberikan informasi medical record secara akurat sehingga mengurangi medical error.

3.   E-Health meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mengurangi biaya kesehatan.



Sedangkan telemedicine merupakan suatu layanan kesehatan antara dokter atau praktisi kesehatan dengan pasien jarak jauh guna mengirimkan data medik pasien menggunakan komunikasi audio visual mengunakan infrastruktur telekomunikasi yang sudah ada misalnya menggunakan internet, satelit dan lain sebagainya.

Komponen penyusun teknologi telemedicine adalah pasien, dokter, internet dan praktisi kesehatan. Pasien memiliki jarak yang jauh dengan dokter. Apabila pasien ingin memeriksa kesehatan mereka tidak perlu berangkat ke tempat dokter, ini untuk penyakit yang kecil dan menengah dan untuk perawatan jalan. Untuk pasien dengan sakit parah dan perlu rawat inap hal ini sulit diterapkan,tetapi masih dalam tahap pengujian. Misal untuk pasien sakit jantung, kanker, tumor dan lain-lain. Antara pasien dengan praktisi kesehatan harus memiliki jaringan internet yang terhubung secara global sehingga pasien bisa menggunakan telemedicine.

Manfaat telemedicine yaitu :

·    Mempercepat akses pasien ke pusat-pusat rujukan.

·  Mudah mendapatkan pertolongan sambil menunggu pertolongan langsung dari dokter-dokter pribadi.

·  Pasien merasakan tetap dekat dengan rumah dimana keluarga dan sahabat dapat memberikan dukungan langsung.

·     Menurunkan stres mental atau ketegangan yang dirasakan di tempat kerja.

·    Menseleksi antara pasien-pasien yang perlu dibawa ke rumah sakit dan pasien yang tidak perlu perawatan di rumah sakit akan tetap tinggal di rumah.

Perkembangan E-Health di Indonesia

Perkembangan e-health di Indonesia, tidak seperti negara-negara di Eropa, New Zealand, Perancis, dan negara Barat lainnya. Memang tanda-tanda menuju ke sana sudah mulai terlihat dengan semakin maraknya kajian mengenai dunia informatika kedokteran, milis-milis kedokteran yang bertebaran di internet, juga situs-situskesehatan dan dunia medis yang mulai banyak dibangun. Beberapa milis kesehatan Indonesia yang sudah beroperasi di internet :
- kesehatan@yahoogroups.comkesehatan@yahoogroups.com  
- kesehatan-indonesia@yahoogroups.comkesehatan-indonesia@yahoogroups.com 
- seks-kesehatan@yahoogroups.comsekskesehatan@yahoogroups.com 

Sedangkan beberapa website yang bisa mewakili e-health di Indonesia adalah : 
- http://www.idionline.org(situs yang dikelola oleh IkatanDokter Indonesia – IDI )
- http:// www.pdpersi.co.id(situs yang dikelola oleh Persatuan Rumah Sakit Indonesia – PERSI)
 - http: //www. kalbe. co.id(situs yang dikelola oleh perusahaan farmasi Kalbe Farma)



Sumber:






















>>read more