Rabu, 26 September 2012

Kalimat

PENGERTIAN KALIMAT
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Sekurang-kurangnya kali,at dalam ragam resmi baik lisan maupuntertulis harus memiliki subjek (S) dan predikat (P). Jika tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan sebuah frasa.

POLA KALIMAT DASAR
Menurut para ahli, pola kalimat dasar dalam bahasa Indonesia ada tujuh, yakni:
  1. KB + KK : Polisi bertugas.
  2. KB + KS : Satpam itu tegas.
  3. KB + KBil : Harga sepatu itu sembilan puluh lima ribu rupiah.
  4. KB + (KD + KB) : Tinggalnya di Maluku.
  5. KB1 + KK + KB2 : Mereka menonton sirkus.
  6. KB1 + KK + KB2 + KB3 : Adam mencarikan saya pekerjaan.
  7. KB1 + KB2 : Dila penerjemah.
Ketujuh pola kalimat dasar ini dapat diperluas dengan berbagai keterangan dan dapat pula menggabungkan pola-pola itu sehingga kalimat menjadi luas dan kompleks.

JENIS KALIMAT MENURUT STRUKTUR GRAMATIKALNYA
Menurut strukturnya, kalimat bahasa Indonesia dapat berupa kalimat tunggal dan dapat pula berupa kalimat majemuk. Kaliamt majemuk dapat bersifat setara (koordinatif), tidak setara (subordinatif), ataupun campuran (koordinatif-subordinatif). Gagasan yang tunggal dinyatakan dalam kalimat tunggal; gagasan yang bersegi-segi diungkapkan dengan kalimat majemuk.
Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal terdiri atas satu subjek dan satu predikat.
Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara terjadi dari dua kalimat tunggal atau lebih.
Kalimat Majemuk tidak Setara
Kalimat majemuk tidak setara terdiri atas satu suku kalimat yang bebas dan satu suku kalimat atau lebih yang tidak bebas. Jalinan kalimatnini menggambarkan taraf kepentingan yang berbeda-beda di antara unsur gagasan yang majemuk. Inti gagasan dituangkan ke dalam induk kalimat, sedangkan pertaliannya dari sudut pandang waktu, sebab, akibat, tujuan, syarat, dan sebagainya dengan aspek gagasan yang lain diungkapkan dalam anak kalimat.
Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat jenis ini terdiri atas kalimat majemuk taksetara (bertingkat) dan kalimat majemuk setara, atau terdiri dari kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk taksetara (bertingkat).

JENIS KALIMAT MENURUT BENTUK GAYANYA (RETORIKANYA)
Tulisan akan lebih efektif jika di samping kalimat-kalimat yang disusunnya benar, juga gaya penyajiannya (retorikanya) menarik perhatian pembacanya. Menurut gaya penyampaian atau retorikanya, kalimat majemuk dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu kalimat yang melepas (induk-anak), kalimat yang klimaks (anak-induk) dan kalimat yang berimbang (setara atau campuran).
Kalimat yang Melepas
Jika kalimat itu disusun dengan diawali unsur utama, yaitu induk kalimat dan diikuti unsur tambahan, yaitu anak kalimat.
Kalimat yang Klimaks
Jika kalimat itu disusun dengan diawali oleh anak kalimat dan diikuti oleh induk kalimat.
Kalimat yang Berimbang
Jika kalimat itu disusun dalam bentuk majemuk setara atau majemuk campuran.

JENIS KALIMAT MENURUT FUNGSINYA
Menurut fungsinya, jenis kalimat dapat dirinci menjadi kalimat pernyataan, kalimat pertanyaan, kalimat perintah, dan kalimat seruan. Semua jenis kalimat itu dapat disajikan dalam bentuk positif dan negatif. Dalam bahasa lisan, intonasi yang khas menjelaskan kapan kita berhadapan dengan salah satu jenis itu. dalam bahasa tulisan, perbedaannya dijelaskan oleh bermacam-macam tanda baca. 
Kalimat Pernyataan (Deklaratif)
Kalimat pernyataan dipakai jika penutur ingin menyatakan sesuatu dengan lengkap pada waktu ia ingin menyampaikan informasi kepada laawn berbahasanya. (Biasanya, intonasi menurun; tanda baca titik).
Kalimat Pertanyaan (Interogatif)
Kalimat pertanyaan dipakai jika ingin memperoleh informasi atau reaksi (jawaban) yang diharapkan. (Biasanya, intonasi menurun; tanda baca tanda tanya).
Kalimat Perintah dan Permintaan (Imperatif)
Kalimat perintah dipakai jika penutur ingin "menyuruh" atau "melarang" orang berbuat sesuatu. (Biasanya, intonasi menurun; tanda baca titik atau tanda seru).
Kalimat Seruan
Kalimat seruan dipakai jika penutur ingin mengungkapkan perasaan "yang kuat" atau yang mendadak. (Biasanya, ditandai oleh menaiknya suara pada kalimat lisan dan dipakainya tanda seru atau titik pada kalimat tulis).

>>read more

Pemanfaatan Grafik Komputer dan Pengolahan Citra dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebelum kita bahas pemanfaatan grafik komputer dan pengolahan citra ada baiknya kita mengetahui apa itu grafik dan citra. Grafik dan citra memiliki kesamaan yakni sama-sama berupa gambar. Lalu apa itu Grafik Komputer & Pengolahan Citra? Grafik komputer adalah salah satu cabang disiplin ilmu yang mempelajari pembuatan gambar dengan menggunakan komputer sedangkan pengolahan citra adalah pengolahan gambar atau usaha untuk melakukan transformasi suatu gambar dengan menggunakan teknik tertentu. Jadi simple-nya grafik komputer mempelajari penciptaan sebuah gambar dari awal sedangkan pengolahan citra mempelajari pengolahan gambar yang sudah di input/tersedia. 
Saat ini, grafik komputer dan pengolahan citra sangatlah penting seiring dengan semakin majunya bidang teknologi terutama perkembangan dunia digital. Berikut beberapa contoh pemanfaatannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Bidang Perancangan
Pada bidang perancangan, grafik komputer digunakan untuk membuat berbagai desain dan model objek. Biasanya menggunakan desain grafis seperti Auto Cad, 3D MAX agar semuanya berlangsung secara mudah dan spesifik dalam perancangan yang akan dibuat serta memperkecil tingkat kesalahan sehingga menghasilkan suatu model yang sama dengan aslinya.

Contoh Desain Arsitektur Bangunan menggunakan CAD
Bidang Pendidikan
Di bidang ini biasanya pemanfaatan grafik komputer digunakan untuk mempresentasikan objek-objek pada siswa secara nyata, dapat berupa penggambaran bidang, ruang, grafik, dan sebagainya.

 

Contoh Presentasi Menggunakan Power Point
Bidang Multimedia dan Hiburan
Pada bidang ini, sangat banyak sekali pemanfaatannya baik pemanfaatan grafik komputer, pengolahan citra, atau keduanya. Seperti pada aplikasi permainan, pemanfaatan grafik komputer sangat dibutuhkan dari pembuatan awal sampai proses manipulasi dimana prosesnya dapat diterapkan juga dengan tehnik pengolahan citra.

 Contoh Games Angry Birds yang Memanfaatkan Grafik Komputer dan Pengolahan Citra
Bidang Kedokteran
Penggunaan sinar X (foto Rontgen) merupakan salah satu dari pemanfaatan pengolahan citra dalam bidang kedokteran. Sinar X sangatlah membantu dokter untuk mendiagnosa suatu penyakit.

Contoh Foto Rontgen Menggunakan Bantuan Sinar X










>>read more

Sabtu, 05 Mei 2012

Wajib Belajar 12 Tahun

Belakangan, berita mengenai "Wajib Belajar 12 Tahun untuk DKI" ramai diberitakan. Setelah googling, berikut sedikit berita yang bisa aku kutip.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan merealisasikan kebijakan wajib belajar 12 tahun bagi siswa sekolah negeri di Ibu Kota mulai dari SDN, SMPN, dan SMAN. Program itu dicanangkan untuk mulai dilaksanakan tahun ajaran (TA) 2013.

Langkah Pemprov DKI itu merupakan kebijakan yang berpihak kepada pendidikan guna mencerdaskan anak bangsa termasuk siswa dari keluarga tidak mampu, karena digratiskan. Program yang berpihak pada pendidikan itu merupakan investasi jangka panjang. (
Media Indonesia)

Menurutku, program seperti ini sangatlah baik jika direalisasikan. Karena dengan demikian, anak-anak kurang mampu juga bisa mendapatkan pendidikan yang seharusnya. Kalau bukan mereka, lalu siapa lagi yang akan memimpin dan mengurus negara ini kelak? Hanya merekalah harapannya. Merekalah nanti yang akan menjadi pemimpin untuk negara ini. Jika sekolah saja tidak, gimana akhlak, moral, dan perilakunya nanti mau baik ketika memimpin, bukan?

Semoga program ini benar-benar akan terealisasi tahun depan, dan semoga semua provinsi bisa mengikuti langkah pemprov Jakarta agar pendidikan di negara kita maju dan tidak akan diremehkan oleh negara lain. Maju terus pendidikan Indonesia!
MySpace
>>read more

OCD

OCD? Apa tuh OCD? PAsti kalian bingung kan? Ya kan? Bingung kan bingung? Ga usah bingung guys, disini bakal aku bahas tapi sebelumnya aku tanya kalian dulu deh. Pernah gak sih kalian ngalamin hal kayak misalnya:
  • "Pintu kostan tadi udah dikunci belum ya? Kayaknya sih udah deh.. Eh apa belum ya?"
  • "Tugas udah save di flash disk apa cuma di save di laptop ya?"
  • "Tadi isi biodata di kertas ujian udah bener belum ya? Jangan-jangan salah buletin lagi?!"
Pernah ga salah satu kegundahan diatas kalian alamin? Ya pokoknya semacam gitulah. Cemas ga jelas tapi jelas (?). Ternyata eh ternyata kecemasan semacam itu tuh ada namanya loh. Obsessive Compulsive Disorder atau seperti judul, disingkat jadi OCD.  Berikut bahasannya aku kutip dari sini.

Obsessive Compulsive Disorder adalah salah satu bentuk kecemasan klinis yang ditandai dengan adanya perilaku obsesif (harus - tidak ada toleransi) yang berkaitan dengan perilaku kompulsif (melakukan sesuatu dengan berulang-ulang). Perilaku kompulsif ini bertujuan untuk menenangkan perilaku obsesifnya. Sampai batas-batas tertentu, kondisi ini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai perfeksionisme.

Tapi kecenderungan perfeksionisme beda dengan perilaku OCD, walaupun kedua-duanya mengandung unsur kompulsif tadi. Seseorang yang menderita OCD memiliki beberapa kecenderungan, obsesinya disebabkan oleh kecemasan yang sulit diterima dengan akal sehat. Terdapat banyak pikiran, dorongan, dan bayangan yang tidak berkaitan dengan masalah nyata.

Beberapa tipe OCD :

1. Checkers
merupakan orang yang terobsesi untuk selalu memeriksa. Penyebabnya adalah kecemasan yang irasional. Misalnya, bila ia tidak mengecek berulang kali dia merasa bahaya mengintai setiap saat dan bisa mencelakai diri dan sekelilingnya. Jika hal buruk tersebut terjadi, maka ia menganggap dialah orang pertama yang harus disalahkan.
(nah yang kayak gini nih aku! Tapi ya ngga separah itu juga sih -_-)

2. Washers and Cleaners
Merupakan orang yang memiliki ketakutan irasional terkontaminasi kuman, jadinya secara kompulsif dia bakal ngehindarin diri dari kontaminasi tersebut, misalnya membersihkan diri. Walaupun berkali-kali mencuci, dia ga juga ngerasa aman. Pada beberapa kasus, tipe ini terjadi akibat trauma diperkosa (atau diperlakukan tidak senonoh secara seksual), sehingga ia merasa dirinya terus menerus kotor. 

3. Orderers
Merupakan orang yang fokusnya mengatur segala sesuatu agar tepat pada tempatnya. Mereka bakal ngerasa tertekan kalo benda-benda tersebut dipindahkan, dipegang, atau ditata oleh orang lain.

4. Obsessionals
Merupakan orang yang memiliki perasaan obsesif dan intruktif, bahkan terkadang menakutkan jika dirinya akan mengakibatkan kemalangan atau kecelakaan.

5. Hoarders
Merupakan orang-orang yang senang mengumpulkan barang-barang tidak berharga.
 
Finally, dari penjelasan diatas aku tau kalo aku tuh OCD tipe Checkers. Gak parah sih, hmm stadium1 deh ya.. Hayo hayo kalian OCD juga ga? Kalo iya tipe yang mana? Di share yuk ~
>>read more

Dimana Lagu Anak-Anak?

Beberapa hari yang lalu, aku bersama seorang temanku makan di KFC yang baru saja dibangun di jalan Margonda Depok yang memang tidak jauh dari kampus dan kostan kita. Eits, disini aku bukan mau ceritain KFC yang baru dibangun itu ya tapi aku mau cerita salah satu kejadian yang menurutku cukup miris. 

Jadi ketika disana, Aku dan temanku yang kebetulan kedapetan tempat duduk yang menghadap ke tempat dimana diadakannya pesta ulang tahun 2 orang anak umur 4 dan 5 tahun. Acaranya sih berjalan biasa aja seperti perayaan ulang tahun anak kecil pada biasanya, ada nyanyi-nyanyi gitu. Awal acara, si pembawa acara ngajak anak-anak yang masih kecil itu untuk bernyanyi salah satunya lagunya berbunyi "kalau kau suka hati tepuk tangan ~" aku ga tau judulnya, yaa pokoknya lagu anak-anak. Nah, pada saat games si pembawa acara nyuruh beberapa anak untuk menyanyi di depan untuk temannya yang berulang tahun. Antusias anak-anak kecil emang luar biasa kalo disuruh tampil, apa lagi kalo di iming-imingi hadiah! Lalu ketika beberapa anak maju kedepan si pembawa acara menanyakan "Hayoo, kalian mau nyanyi apa? Nyanyi lagunya 3C (penanyi-penyanyi cilik) bisa?" tetapi anak-anak kecil itu malah menjawab " Lagunya Cherrybelle! Lagunya Cherrybelle!" ada juga yang teriak "Lagu Iwa Peyek!!" Glek. Kaget aku dengernya. Dan mereka memang hafal ketika disuruh menyanyikan lagunya.

Kalo di pikir-pikir sih mereka ga salah juga hafal lagu-lagu orang dewasa, soalnya jaman sekarang di televisi emang cuma sedikit 'lapak' buat acara anak-anak. Coba kalian teliti deh, kebanyakan acara televisi jaman sekarang tuh isinya jarang yang berbobot, apalagi buat anak-anak! Kayak acara musik yang isinya kebanyakan orang-orang dewasa, kalau pun ada bintang tamunya yang anak-anak beberapa dari mereka pun lagunya bertemakan 'cinta'. Miris gak sih? Terus cerita sinetron juga udah jarang yang mendidik, jalan ceritanya pun kebanyakan ga jelas. Kartun paling cuma sekian persen jam tayangnya, sisanya? Yaa acara musik, sinetron, gosip, dsb.

Padahal waktu aku masih kecil dulu acara televisi gak gini banget deh. Masih banyak acara buat anak-anak selain kartun. Acara musik buat anak-anak juga ada. Biasanya yang nyanyi tuh Meisy, Chikita Meidy, Tasya, Cindy Senora, Trio Kwek-Kwek, Tina Toon, aaaah banyak deh penyanyi anak-anaknya! Lagu-lagu mereka pun temanya sesuai sama umur mereka waktu itu, ya ajakan untuk menabunglah, jangan ngelawan orang tua, liburan sekolah. 

Menurutku, sekarang ini perhatian orang tua lah yang paling penting. Sebaiknya orang tua melarang anak-anak mereka nonton acara-acara musik yang isinya penyanyi dewasa. Lagian jaman sekarang kan ada internet, cari lah lagu anak-anak di internet, banyak kok! Sekedar berbagi ya, aku dirumah punya keponakan yang masih berumur 1 tahun-an dan biasanya orangtua-nya atau aku download-in film anak-anak atau lagu anak-anak di internet. Kalau pun dia nonton televisi, biasanya diizinin kalo nontonnya acara anak-anak. Gamau juga kan liat anak kecil dewasa sebelum waktunya?
>>read more